Senin, 02 April 2012

Sambut Kenaikan BBM, Kebutuhan Pokok Mulai Naik

SERANG - Meski pemerintah belum res­mi memberlakukan kenaikan harga ba­han bakar minyak (BBM), namun har­ga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional sudah mulai naik. Pe­ru­bahan harga menurut pedagang di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, su­dah terjadi sepekan setelah Menteri Ke­uangan Agus Matrowardojo me­nyam­paikan bahwa pemerintah akan me­naikkan harga BBM.
“Kenaikan harga kebutuhan pokok itu mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 4.000,” kata Muslim, pemilik Toko Damai, di tokonya, Jumat (9/3).
Pria yang mengaku telah lama berjualan kebutuhan pokok ini mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang paling tinggi terjadi pada gula merah. Sebelumnya harga gula merah  Rp 8.000  per kilogram,  saat ini naik menjadi Rp 12.000 per kilogram. Untuk minyak goreng curah naik senilai Rp 1.200  per liter dari harga sebelumnya Rp 8.500  per liter menjadi Rp 9.700 per liter, gula putih naik dari Rp 8.000 per kilogram hingga 9.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram. “Kenaikan harga ini sebelumnya telah diberitahukan oleh pemasok kepada kami sepekan sebelum harga naik. Harga mi instan, kecap, serta aneka plastik juga ikut naik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sapuri, pedagang lainnya di PIR. “Untuk harga bumbu dapur seperti cabai rawit, cabai keriting, tomat, dan lainnya saat ini belum naik. Tapi, apabila harga BBM jadi dinaikkan, sudah pasti harga-harga akan naik tak terkecuali bumbu dapur,” kata Sapuri.
Menanggapi kemungkinan harga kebutuhan pokok bakal melonjak, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, akan melakukan penetrasi pasar dengan menggelar pasar murah pada Juli mendatang. “Untuk teknis pelaksanaannya masih kita bahas,” kata Edinata.
Sementara Pemkot Cilegon akan memperketat pengawasan di berbagai sektor terhadap dampak isu kenaikan BBM. Pengawasan dilakukan oleh masing-masing instansi dibantu Polres Cilegon dan unsur TNI.
Hal itu merupakan kesimpulan rapat koordinasi lintas sektoral yang dilakukan di kantor Kesbanglinmas Kota Cilegon, Jumat (9/3). Rapat membahas upaya antisipasi menghadapi gejolak masyarakat menjelang kenaikan BBM. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah perwakilan dari beberapa dinas di lingkungan Pemkot Cilegon, Polres Cilegon, Kodim 0623 Cilegon, serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Merak.
Kepala Kesbanglinmas Cilegon Didi Supriadi mengungkapkan, hasil dari rapat menyepakati kerja sama lintas sektoral. Setiap instansi akan meningkatkan pengawasan di sektor masing-masing. “Misalkan, Kesbanglinmas akan mengawasi gerakan-gerakan pemuda dan LSM. Jika diketahui akan ada aksi, kami akan sebisa mungkin meredamnya,” ujar Didi.
Ia mengaku belum melihat gejolak di Cilegon. “Mudah-mudahan tidak akan terjadi gejolak di Cilegon,” jelasnya.
Kepala Disperindagkop Cilegon Ahmad Dhita Prawira mengungkapkan, akan mengawasi perkembangan sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional. “Kita berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap harga-harga di pasaran. Jika ada pedagang yang menaikkan harga tinggi sebelum BBM naik, kita akan memberikan teguran,”katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Erwin Harahap juga mengaku siap mengawasi kenaikan tarif angkutan kota di Cilegon. “Saat ini kondisinya masih normal, para sopir di Kota Cilegon belum menaikkan tarif,” jelasnya.
Kapolres Cilegon AKBP Umar Surya Fana menuturkan, tengah melakukan pengawasan terhadap penimbunan BBM oleh masyarakat. Ia mengaku memberikan imbauan kepada SPBU untuk tidak melayani permintaan BBM pada perorangan dalam jumlah banyak. “Takutnya, masyarakat ada yang menimbun BBM dengan membeli sebanyak-banyaknya hingga menyebabkan stok BBM terganggu,” jelasnya. (ila-quy/alt/zen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar